Pages

Tampilkan postingan dengan label Anak gelow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak gelow. Tampilkan semua postingan

7.6.14

Slow Dancing In a Burning Room - John Mayer

It's not a silly little moment,
It's not the storm before the calm.
This is the deep and dying breath of
This love that we've been working on.

Can't seem to hold you like I want to
So I can feel you in my arms.
Nobody's gonna come and save you,
We pulled too many false alarms.

We're going down,
And you can see it too.
We're going down,
And you know that we're doomed.
My dear,
We're slow dancing in a burning room.

I was the one you always dreamed of,
You were the one I tried to draw.
How dare you say it's nothing to me?
Baby, you're the only light I ever saw.

I'll make the most of all the sadness,
You'll be a bitch because you can.
You try to hit me just to hurt me
So you leave me feeling dirty
Because you can't understand.

We're going down,
And you can see it too.
We're going down,
And you know that we're doomed.
My dear,
We're slow dancing in a burning room.

Go cry about it - why don't you?
Go cry about it - why don't you?
Go cry about it - why don't you?

My dear, we're slow dancing in a burning room,
Burning room,
Burning room,
Burning room,
Burning room.

Don't you think we oughta know by now?
Don't you think we shoulda learned somehow?
Don't you think we oughta know by now?
Don't you think we shoulda learned somehow?
Don't you think we oughta know by now?
Don't you think we shoulda learned somehow?
Don't you think we shoulda learned somehow?
Don't you think we shoulda learned somehow?
Don't you think we shoulda learned somehow?
Don't you think we shoulda learned somehow?

27.2.14

The Lion And Rabbit




A rabbit once lived in a forest with a lion. The Lion was very proud. He lokked down upon the rabbit. He often insulted her and beat her lot. The rabbit could stand it no longer. She mad up her mind to get rid of the lion by a trick.
One day the rabbit came to the lion and said,”Good Morning,Sir! Just now I saw over there an animal who lokeed just like you. He said that he was the king off all animals in this forest. He told all of us to obey him and servants.”
“Didn’t you tell about me?” roared the lion.
‘Yes, I did,” said the rabbit. “I told him how strong you were,but he said that no animals was strong as he was.”
The lion was very angry an roared,”Where is he? Where is he?”
The rabbit took the lion to a deep well and said,”He is down over there in the well.” The lion rushed to the well and locked angrily at the water. “Yes,there he is,” He roared. He flew down at his enemy into the well and was drowed. Poor lion!
(What he said his enemy,was actually his refliction of the water.)

26.1.14

just for share



Hai,pembaca setia blog gua yang tercinta. Lama tak jumpo yo? Gua kangen banget ngisi blog gua dengan cuap cuap gua yang rada sableng . Yang sudah lama gua tinggalkan—Atau lebih tepatnya gua campakan/? *kaya di—selingkuh*
Oke ini post awal gua yang beberapa bulan terakhir nggak pernah gua post. Yah,walaupun sebelumhya udah pernah post. Gua sebenernya males buat nge—post lagi. But tugas TIK yang mengharuskan gua buat nge—post. Wkwk. Tapi gua berterima kasih banget buat Guru TIK gua yang mengharuskan diriku nge—post. Why? Yak arena guru gua juga,gua inget kalau gua harus mengisi blog gua. Yang sudah lama terabaikan/? *oke ini lebay*
Buat post ini bukan kaya post—post gua yg sebelumnya. Yang biasanya nge—bahas tentang idol gua,bahkan hal—hal yang gua sendiri binggung apa itu. Ini postingan gua yang menurut gua paling baru dan baru ada didalam blog gua.
Kalau ditanya kenapa? Gua pasti jawab “Yak ini baru pertama kali gua mau bagi pengalaman hidup gua di blog, menurut gua hal itu terlalu pribadi.” Mungkin karena sifat pendiam—pemalu—dan tertutup kaya gua ini sulit buat cari temen yang benar—benar bias dipercaya. Gua juga sulit bersosialisasi. Mungkin karena gua takut tercampakan—Tersakiti. Tapi mulai gua kelas 8,gua udah mulai bisa membuka perasaan gua buat berteman. Itu karena temen—temen gua,Yah walaupun gua cumin deket sama 3 orang. Mereka adalah :

  1.  Erni Hari Yanti as Emak,Erni,Ernek.
  2.   Defvi Rahmawati as Bulek,Defvi,Depek. 
  3.   Dira Sintiyana as Dira,Black,Dirol.

Dari mereka lah gua bisa mengenal arti temen yang baru gua tau. Bahkan gua juga sering hangout bareng mereka. Yah walaupun kita cuman nongkrong dirumah Erni dan biasanya pun kita dalam rangka ngerjain tugas. Wkwk,yah gua kan emang jarang main. Biasalah dalam rangka pelangsingan—pemutihan—pertumbuhan badan.  Dan entah kenapa kalau diantara kita ada yang kena musibah (dibaca: galau) Biasanya kita bisa langsung tau. Mungkin karena kita udah ngerasa deket kali ya? Bisa jadi—bisa jadi. Dan ke—somplakan kita juga udah terlalu over dossis. Bahkan kemungkinan besar kita dibawa ke rumah sakit gila pun udah kagak bisa ke—Tolong lagi.
Dan kita juga kalau pergi kemana pun pasti selalu ber—empat. Kenapa? Padahal dikelas gua itu ada 14 anak cewe dan 10 anak cewe lainnya susah buat bermaur sama kita. Lebih tepatnya kita yang nggak bisa bersatu. Bayangkana aja deh, Kalau mereka itu lebih suka ngomongin tentang Cowok padaha kita nggak suka. Bahkan mereka juga suka nge—bribiks. Daripada di—bribiks. Dan mending kalau yang dibribiks kakak kelas. Nah kalau mereka malah adek kelas. Kebayang nggak sih,kita pacaran sama anak kecil. Bahakan kalau di—nalar Kita itu udah lahir duluan,tapi adek kelasnya? Belum kan? Bahkan bisa aja mereka masih dalam proses. Jadi kita sulit banget nge—gabung sama mereka. Bisa dibilang kita bocah—bocah yang terkucilkan.
Kita juga selalu satu kelompok. Mungkin memang takdir yang telah menentukan kita untuk bersama. Yang kesolitan kita emang udah terlalu solit kali ya  [∫S]∫ weka weka. Tapi diantara kita yang paling nyebelin itu Dira. Ditanya kenapa? Ya kerena dia itu bawel,sokting,nyebeli. Ya pokoknya paling udik diantara kitalah. Sifat kita itu beda,tapi entahlah kita bisa saling melengkapi satu sama lain gitu deh. Kalau salah satu diantara kami lagi dalam masa pms/labil. Pasti ada yang sabar. Dan yang paling sabar dianata kita itu Defvi. Yah walaupun kadang dia rada ganas. Tapi dia baik,bahkan waktu praktikum PKK (pelajarang paling gue benci) Defvi itu yang paling banyak berkorban. Dari yang bikin bumbu—Beliin kita ikan dan nggak mau minta sama kita ganti rugi. Pokonya dia paling baik :’) Kalau Erni itu kadang aja baik tapi kalau nggak sesuain moodnya dia pasti langsung (maaf) ganas. Jadi pernah suatu hari gue lagi bicara sama Defvi nah si Erni itu dateng—dateng langsung marah—marah nggak jelas nggak tau kenapa kita berdua jadi sasaran juga. Hadew nasib nasib.

Tapi gue nyaman banget bisa punya temen se—gokil mereka dan kayaknya cuman ada beberapa spesies kaya mereka :’) Haha.. Makasih udah mau jadi temen gue selama ini,udah mau ngadepin gue yang jelas—jelas masih childis kaya gini. Makasih banget ya =)) Dan gue berharap walaupun nanti kita bakalan beda sekolah,tapi masih bisa berhubungan denggan baik kaya gini. Amin ya roballamin. Dan kita bisa ketemu dengan kondisi yang sesuai kita harapkan. Dan kalau bisa (ter khusus Erni) Sering sering kasih makanan sama kita ya. Jangan sombong. Walaupun kita udah nggak satu sekolah atau mungkin kalian udah nggak di Jogja lagi. Tapi keep solid ya =) 





oleh istri sah dari Cody Robert simpson, pacar  dari Mesut özil,

Miftakhul Yamiin.